Jongin

Jongin

Rabu, 23 Januari 2013

PROPOSAL PENDIRIAN USAHA PERORANGAN DALAM BISNIS IT

Proposal Pendirian Warnet dan Service Komputer




1. Latar Belakang
Dengan semakin maraknya era globalisasi/perdagangan bebas, dimana jarak tidak merupakan hambatan, komunikasi akan bisa dilakukan kapan saja, dimana saja, maka perlu suatu alat yang dapat mendukung kearah itu, salah satunya dengan media internet. Internet merupakan sarana untuk dapat mengembangkan komunikasi dan transaksi dengan dunia luar, baik dengan dunia bisnis maupun mitra kerja.
Disamping itu internet juga merupakan salah satu sarana praktek untuk memperkenalkan publik dengan dunia teknologi maju dan sebagai media untuk pengajaran. Internet bukan hanya membuka wawasan regional tetapi sudah go internasional dengan pulsa lokal, biarpun berkomunikasi dengan luar negeri. Disamping sebagai alat media bisa juga, surat menyurat (email), berbicara dengan orang lain (teleconference), Game Online dan saling tukar pikiran (chatting).
Dengan melihat hal tersebut diatas lahirlah peluang usaha baru yaitu berupa warnet (warung internet). Kemudian untuk mendukung operasional kebutuhan internet tersebut dibutuhkan media pendukung yaitu berupa Hardware/komputer.

2. Maksud dan Tujuan
Tujuan proposal ini adalah dapat memberikan gambaran umum untuk membuka usaha Multinet, Yaitu sebuah Warnet yang dikombinasi dengan Penjualan Hardware Komputer beserta Accesorisnya dan Service Komputer, sehingga dapat memenuhi segala kebutuhan calon konsumen dan pelanggan atau N-user dan di dukung dengan kenyamanan yang lebih dari sebuah warnet. Target dari multi-warnet ini adalah untuk semua kalangan masyarakat yang membutuhkan fasilitas internet beserta hardwarenya.

2.1. Jasa yang Disediakan Multinet
a) Internet & Game Online
b) Print/Cetak dokumen/Gambar (Cetak Foto) dan Scan gambar menjadi file
c) Rental computer
d) Service Komputer
e) Copy data ke CD/DVD (Burning)
f) Penjualan Berbagai macam Hardware dan Accesoris ( cd,dvd, flasdisk, speakeractive dll)
g) Aksesoris Komputer (Flashdisk, CD-R/CD-RW, headset)
h) Fasilitas tempat parkir, Toilet, MMC, Card Reader, Headset dll

2.2 Faktor Pendukung Multinet dan Pemilihan Area
a. Lokasi yang strategis di Area Pendidikan, Perumahan, Ruko, dan kawasannya yang sangat terpengaruh bidang IT dan juga daerah kost-kostan mahasiswa atau pelajar yang mempunyai banyak keperluan dengan komputer/internet baik untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah ataupun pengetikan-pengetikan dokumen lainnya. Lokasi berada ditengah kawasan penduduk dan berada di pusat keramaian, misalnya di pasar atau pinggir jalan raya dan perkantoran. Diketahui pula jumlah penduduk rata-rata 150 penduduk/100 meter.
b. Fasilitas keamanan dan kenyamanan yang dimiliki lengkap.
c. Bandwidth / Kecepatan Tranfers dan received data (jalur internet keluar dan dalam negeri) yang cepat dan lancar.

Optional Lokasi yang kami ajukan adalah di Jatibening dengan pertimbangan :
  • Lokasi dekat dengan Sekolahan. 
  • Lokasi berada di pusat perekonomian, komplek perkantoran yang ramai. 
  • Lokasi berada pada perumahan penduduk. 
  • Lokasi Stategis sehingga mudah di akses.
2.3. Target Pelanggan dan Pemasaran
Target pelanggan warnet dan game online ini adalah : Pelajar, Mahasiwa dan warga disekitarnya. Mereka adalah yang menggunakan internet untuk hiburan dan kebutuhan sekolah, pekerjaan dan sebagainya yang mana frekwensinya cukup tinggi. Juga diperuntukkan bagi masyarakat umum yang membutuhkan jasa Internet.
Metode pemasaran yang digunakan di awal pembukaan adalah dengan mengadakan promo free internet selama 2 hari @ 10 jam/hari. Kemudian membuat spanduk, reklame dan menyebar brosur ke berbagai tempat (Sekolah, Instansi, tempat umum dan jalan raya dll) dengan menggunakan beberapa bantuan tenaga orang lain.

2.4. Langkah-langkah Kerja
a) Mengajukan proposal untuk dana pembuatan warnet.
b) Setelah disetujui dana telah tersedia dikeluarkan untuk :  
  • Sewa gedung ( tempat usaha ). 
  • Dekorasi dan Renovasi ruangan untuk Multinet. 
  • Pembelian kursi dan meja Multinet. 
  • Pembelian perangkat computer. 
  • Pembelian peralatan yang diperlukan untuk jaringan, internet dll. 
  • Install komputer dan uji coba. 
  • Install Billing warnet. 
  • Mengadakan Soft Opening saat awal pembukaan dengan berbagai macam bentuk promosi. 
  • Promosi dengan menyebarkan selebaran, mulut-ke-mulut, via internet, forum.
  • Mengadakan Event pada hari-hari besar.
c) Mengendalikan situasi keadaan Multinet agar stabil (terus tetap ramai).
d) Menjaga kenyamanan Multinet agar para pengguna nyaman dan datang kembali.
e) Menjaga kebersihan Multinet agar para pengguna merasa nyaman dan datang kembali.
f) Menjaga keamanan Multinet agar para pengguna merasa aman.
g) Memeriksa seluruh keadaan komponen komputer tiap kurun waktu tertentu.
h) Setiap hari operator membukukan dan melaporkan ke manager warnet pemasukan dan pengeluaran Setiap minggu diadakan pengecekan dan pembelian lain-lain.
i) Setiap bulan Pengelola membuat laporan bulanan pendapatan warnet kepada Pemilik Warnet, Pengelola bertanggung jawab penuh akan semua kegiatan yang dilakukan dan melaporkan kepada Pemilik Warnet.

A. NAMA USAHA
Usaha yang akan dikembangkan diberi nama “PockyNet” yang bergerak dalam bidang usaha Teknologi dan Informasi dengan mengedepankan Jasa Warung Internet/ Game Online dan Service Komputer sebagai salah satu usaha andalan dalam 1 tahun pertama.

B. JENIS USAHA
Jenis usaha yang direncanakan sesuai dengan keahlian yang saya miliki adalah :
1. Warnet/Game Online dan Service Komputer (konsentrasi pada bulan pertama)
2. Penjualan Hardware dan Accesoris (pada bulan ke-3)
3. Dan lain sebagainya, disesuaikan dengan prospek yang ada di pasaran dan anggaran dana yang tersedia.

Target yang harus dicapai adalah pada tahun berikutnya menambah cabang usaha baru,
walau tidak menutup kemungkinan pada bulan berikutnya didirikan cabang usaha yang
sama, tergantung kesepakatan kepada pemilik modal.

C. BAGI HASIL
Presentase bagi hasil yang kami tawarkan adalah 60% untuk pemodal dan 40% untuk pengelola, dengan demikian pemodal diperkirakan akan mendapatkan keuntungan sedikitnya Rp 5.295.000,- perbulan. Dengan demikian diperkirakan pemodal akan balik modal paling lama 24 bulan.

D. KEUNGGULAN KAMI
Kami memiliki keunggulan antara lain :
1. Semua instalasi software, jaringan LAN, router dan proxy server dapat kami lakukan sendiri, dengan demikian tidak perlu menganggarkan dana untuk jasa dari pihak ketiga.
2. Kami sudah berpengalaman memberikan bantuan jasa konsultasi dan pekerjaan teknis untuk pendirian warnet.
3. Kami juga sudah sangat sering mengadakan pelatihan internet dan bimbingan belajar kepada pelajar dan mahasiswa dengan kerja sama dengan organsasi ekskul sekolah.

E. BIAYA PENYUSUTAN
Pada prinsipnya jumlah aset pemodal adalah sama baik pada saat pendirian usaha maupun pada tahun ke 1, ke 2 , dst, Karena kami menganggarkan biaya penyususutan sebesar Rp. 200.000 perbulan dari semua aset milik pemodal, dana penyusutan ini tetap menjadi milik pemodal sehingga total aset pemodal tetap walaupun nilai barang menjadi susut atau rusak.

Rencana Anggaran Awal


Perkiraan Pendapatan dan Biaya 


Jadi dari Laba bersih Rp 8.825.000 per bulan, (Untuk Pemilik Modal 60% dan Pengelola 40%) Maka, Dengan biaya awal tahun sejumlah Rp. 61.760.000,- akan didapatkan, sehingga dalam jangka waktu paling lambat 15 bulan sudah dapat kembali modal dan sisanya bisa untuk biaya sewa gedung di tahun berikutnya dan untuk dapat digunakan untuk pengembangan bidang usaha lain.
Untuk penjualan Hardware, di awal bulan pertama kita hanya memasang beberapa Sample barang dengan di ikuti Promosi / iklan ( Media : Brosur, Spanduk Reklame dll) di warnet tersebut. Jadi tidak menyediakan Stock Barang secara langsung, Sistem yang digunakan adalah MnS ( Message and Sell ) yaitu kita menerima pesanan dari calon konsumen setelah itu kita melakukan Order ke suppliyer kita yang ada di Pematang Siantar. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadi pembengkakan biaya di awal usaha. Serta dapat digunakan untuk menganalisa kekuatan dan tingkat kebutuhan konsumen.

F. PENUTUP
Demikianlah data-data ini kami buat sebagai suatu acuan dalam pembuatan dan pengelolaan Multinet dan juga dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi pemilik modal dan pihak yang ingin bekerjasama untuk menanamkan modal sebagai bimbingan teknis dalam pengelolaan Multinet nantinya.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan Berkat dan Rahmatnya bagi kita semua, sebelum dan sesudahnya kami ucapkan terima kasih banyak.

Sumber :
 

Senin, 10 Desember 2012

Aspek Pemasaran dan Aspek Keuangan

INFO ASPEK PEMASARAN

Peran dan fungsi pemasaran adalah bagaimana untuk mencapai sasaran perusahaan dengan menghasilkan penjualan produk/jasa yang menguntungkan di pasaran. Strategi tingkat fungsional pemasaran ini akan memberikan pedoman kepada manajer pemasaran dalam menentukan siapa yang akan menjual apa, kepada siapa, di mana, berapa banyak dan dengan cara yang bagaimana. Kemudian atas dasar itu disusunlah bentuk penawaran perusahaan pada pasarnya berupa pengembangan dari masing-masing unsur marketing mix yang biasa juga disebut dengan 4P yaitu Product, Price, Place dan Promotion. 

Dalam pelaksanaan STP (Segmenting, Targeting dan Positioning) harus dipahami bagaimana manajemen perusahaan memandang pasar bisnis yang dilayani untuk mengetahui bagaimana cara pasar dikelompokan dan menentukan satu atau lebih pasar yang akan dijadikan sasaran pelayanan. Posisi persaingan dari penawaran perusahaan di pasar sasarannya juga harus diperhatikan sehingga dapat menentukan posisitioning yang akan dilakukan bagi produk perusahaan. STP merupakan suatu proses penentuan siapa yang akan dilayani perusahaan dan bagaimana menempatkan produk perusahaan di dalam fikiran pasar/konsumen.

Dalam mengembangkan unsur-unsur marketing mix dapat digunakan pertanyaan-pertanyaan berikut :
Produk :
·         Produk yang mana yang akan diutama?
·         Produk yang mana yang akan memberikan kontribusi laba yang paling besar?
·         Apa citra produk yang akan ditonjolkan?
·         Kebutuhan konsumen yang mana yang akan dipenuhi produk kita?
·         Apa perubahan yang akan mempengaruhi orientasi pelanggan kita?

Harga :
·         Apakah kita akan bersaing dengan harga?
·         Dapatkah kita menjalan diskon atau modifikasi harga lainnya?
·          Apakah perlu menetapkan standar harga nasonal, regional dan Internasional?
·          Berapa margin laba kotor yang kita inginkan?
·          Apakah harga akan ditetapkan berdasarkan biaya, permintaan atau persaingan?

Tempat :
·         Berapa tingkat liputan/cakupan pasar yang kita inginkan?
·         Adakah wilayah geografis pasar yang perlu diprioritaskan?
·         Apakah saluran pendistribusian yang digunakan?
·         Bagaimana saluran pemasaran tersebut dimanajemeni?
·         Apakah armada penjualan akan di organisir menurut wilayah pasar, segmen atau produk?

Promosi :
·         Jenis promosi yang manakah yang lebih diutamakan?
·         Pesan apakah yang akan diutamakan untuk sampai pada konsumen?
·         Media manakah yang akan digunakan?
·         Apakah pesan iklan akan disampaikan dengan menggunakan endorser atau tidak?


Dalam pemasaran terdapat enam konsep yang merupakan dasar pelaksanaan kegiatan pemasaran suatu organisasi yaitu :
1.      Konsep produksi
Konsep produksi berpendapat bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dimana-mana dan harganya murah. Konsep ini berorientasi pada produksi dengan mengerahkan segenap upaya untuk mencapai efesiensi produk tinggi dan distribusi yang luas. Disini tugas manajemen adalah memproduksi barang sebanyak mungkin, karena konsumen dianggap akan menerima produk yang tersedia secara luas dengan daya beli mereka.

2.      Konsep produk
Konsep produk mengatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu, performansi dan ciri-ciri yang terbaik. Tugas manajemen disini adalah membuat produk berkualitas, karena konsumen dianggap menyukai produk berkualitas tinggi dalam penampilan dengan ciri – ciri terbaik.

3.      Konsep penjualan
Konsep penjualan berpendapat bahwa konsumen, dengan dibiarkan begitu saja, organisasi harus melaksanakan upaya penjualan dan promosi yang agresif.

4.      Konsep pemasaran
Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunsi untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing.

5.      Konsep pemasaran sosial
Konsep pemasaran sosial berpendapat bahwa tugas organisasi adalah menentukan kebutuhan, keinginan dan kepentingan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan dengan cara yang lebih efektif dan efisien daripasda para pesaing dengan tetap melestarikan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat.

6.      Konsep Pemasaran Global
Pada konsep pemasaran global ini, manajer eksekutif berupaya memahami semua faktor- faktor lingkungan yang mempengaruhi pemasaran melalui manajemen strategis yang mantap. tujuan akhirnya adalah berupaya untuk memenuhi keinginan semua pihak yang terlibat dalam perusahaan.

Pasar sasaran (Target Market) adalah sekelompok konsumen atau pelanggan yang secara khusus menjadi sasaran usaha pemasaran bagi sebuah perusahaan. Dalam menerapkan pasar sasaran, terdapat tiga langkah pokok yang harus diperhatikan, yaitu:
1.      Segmentasi Pasar
Segmentasi Pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk kedalam satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat homogen. Pada dasarnya segmentasi pasar adalah suatu strategi yang didasarkan pada falsafah manajemen pemasaran yang orientasinya adalah konsumen. Dengan melaksanakan segmentasi pasar, kegiatan pemasaran dapat dilakukan lebih terarah dan sumber daya yang dimiliki perusahaan dapat digunakan secara lebih efektif dan efisien dalam rangka memberikan kepuasan bagi konsumen.

2.      Penetapan Pasar Sasaran ( Target market)
Adalah merupakan kegiatan yang berisi dan menilai serta memilih satu atau lebih segmen pasar yang akan dimasuki oleh suatu perusahaan. Apabila perusahaan ingin menentukan segmen pasar mana yang akan dimasukinya, maka langkah yang pertama adalah menghitung dan menilai porensi profit dari berbagai segmen yang ada tadi. 

3.      Penempatan produk ( Product Positioning)
Penempatan produk mencakup kegiatan merumuskan penempatan produk dalam persaingan dan menetapkan bauran pemasaran yang terperinci. Pada hakekatnya Penempatan produk adalah: Tindakan merancang produk dan bauran pemasaran agar tercipta kesan tertentu diingatan konsumen.

INFO ASPEK KEUANGAN
Strategi ini mengarahkan pemanfaatan sumber daya keuangan untuk mendukung strategi bisnis, tujuan jangka panjang dan sasaran tahunan. Berbeda dengan strategi fungsional lainnya, strategi bidang ini cakupan waktu strateginya lebih panjang yang akan memberi pedoman bagi manajer untuk investasi, pembiayaan utang, alokasi deviden dan leveraging. Beberapa hal yang perlu dijawab dalam strategi bidang keuangan adalah :
Akuisisi Modal :
·         Berapa modal yang wajar?
·         Bagaimana proporsi utang jangka pendek dan panjang yang diharapkan?
·         Bagaimana keseimbangan yang diinginkan antara pendanaan internal dan eksternal?
·         Resiko dan pembatasan kepemilikan seperti apa yang dianggap layak.

Alokasi modal :
·         Bagaimana prioritas untuk proyak alokasi modal?
·         Atas dasar apakah seleksi akhir proyek dilakukan?
·   Berapa tingkat alokasi modal yang dapat ditetapkan oleh manajer operasional tanpa   persetujuan manajemen yang lebih tinggi?

Deviden dan Manajemen Modal Kerja :
·         Berapa bagian modal yang harus dibagikan sebagai deviden?
·         Berapa pentingkah kestabilan deviden?
·         Apakah bentuk deviden lain yang layak selain uang tunai?
·         Bagimanakah kebutuhan akan arus kas? Saldo kas maksimum dan minimum?

Sebelum melakukan investasi sebaiknya perlu kita ketahui mengenai aspek perhitungannya:
·         Net Present Value (NPV)
Merupakan manfaat yangdiperoleh dari suatu masa yang diukur pada suku bunga tertentu.
·         Internal Rate Return (IRR)
Keuntungan yang diperoleh oleh suatu perusahaan yang melkukan investasi dan dinyatakan dalam suatu prosentase.
·         Net Benefit Cost Ratio (Net B/C Rasio)
Merupakan satuan memperbandingankan antara present value positif dengan present value negative atau dinyatakan sebagai besarnya pengembalian satuan biaya yang telah dikeluarkan untuk membiayai sebuah proyek tertentu.
·         Payback Period (PP)
       Merupakan sebuah metode yang digunakan untuk mengukur 
       tingkat pengembangan investasi ketika digunakan dalam pembiayaan suatu investasi.

Keputusan pendanaan difokuskan untuk medapatkan usaha optimal dalam rangka mendapatkan dana atau dana tambahan untuk mendukung kebijakan investasi. Sumber dana dibagi dalam 2 kategori yakni :
1. Sumber internal yaitu: Dari Laba Ditahan (Retained Earning) , Penyusutan, amortisasi, dan Deplesi ( Depreciation, Amortization, dan Deplention) Lain-lain, misalnya penjualan harta tetap yang tidak produktif.

2.  Sumber eksternal yaitu:  Modal Pemilik atau modal sendiri (Owner Capital atau Owner Equity). Atau modal saham (Capital Stock ) yang terdiri dari : Saham Istimewa (Preferred Stock) dan Saham Biasa (Common Stock). Utang (Debt), Utang Jangka Pendek (Short-term Debt) dan Utang Jangka Panjang (Long-term Debt). Lain-lain, misalnya hibah.

Sumber :
http://angga.blog.esaunggul.ac.id/2012/05/12/325/

Minggu, 04 November 2012

BENTUK BADAN USAHA DAN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)

BENTUK BADAN USAHA DAN PROSEDUR PENDIRIAN USAHA





A. BADAN USAHA
Badan usaha adalah kesatuan yuridis dan ekonomis dari faktor-faktor produksi yang bertujuan untuk mencari laba atau memberi layanan kepada masyarakat. Disebut kesatuan yuridis karena badan usaha umumnya berbadan hukum. Disebut kesatuan ekonomis karena faktor-faktor produksi yang terdiri atas sumber daya alam, modal dan tenaga kerja dikombinasikan untuk mendapat laba, Pada umumnya dimiliki oleh pihak swasta, seperti PT. Astra International, PT. Yamaha, dll.

Bentuk badan usaha dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain :
1. Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
Berdasarkan UU RI No. 19 Th 2003 Tentang BUMN adalah badan usaha yang seluruhnya atau sebagian modalnya dimiliki oleh Negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan Negara yang dipisahkan.

A. Ciri – ciri BUMN :
(1) Pemerintah sebagai pemegang saham
(2) Segala hak, kewajiban dan tanggungjawab berada di tangan Negara
(3) Tujuan utamanya mencari keuntungan dan melayani masyakat ( public service )
(4) Pemerintah sebagai pemegang hak atas segala kekayaan dan usahanya
(5) Pemerintah memiliki wewenang dan kekuasaan dalam menetapkan kebijakan badan    usaha
(6)  Pengawasan dilakukan oleh kelengkapan Negara yang diberi wewenang khusus
(7) Berfungsi sebagai fasilisator perekonomian dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat
(8)  Direksi bertanggung jawab penuh atas penguasaan BUMN dan mewakili baik di dalam maupun diluar pengadilan

B. Tujuan Pendirian BUMN
(1)  Melayani kepentingan masyarakat umum
(2)  Mencegah praktek monopili swasta
(3)  Sumber pendapatan Negara
(4)  Mengoptimalkan pemanfaatan Sumber Daya Alam untuk kesejahteraan

C. Bentuk–bentuk BUMN
(1) Badan Usaha Perseroan ( Persero )
Persero adalah BUMN yang berbentuk perseroan terbatas yang modalnya terbagi dalam saham yang seluruhnya atau paling sedikit 51% milik Negara. Contohnya : PT. Pertamina, PT. KAI, PT Bank BNI Tbk, PT. Kimia Farma Tbk.

(2) Badan Usaha Umum ( Perum )
Perum adalah BUMN yang seluruh modalnya dimiliki oleh Negara yang bertujuan untuk kemanfaatan umum sekaligus mencari keuntungan. Contoh : Perum Peruri, Perum Pelni, Perum Pegadaian, Perum Balai Pustaka

2. Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)
BUMS adalah badan usaha yang modalnya dimiliki oleh pihak swasta. Badan usaha swasta dibedakan atas badan usaha swasta dalam negeri dan badan usaha swasta asing.

A. Maksud dan tujuan pendirian BUMS
Tujuan murni BUMS adalah untuk mencari keuntungan dan pengembangan modal. Tugas utama BUMS adalah menyediakan barang / jasa melalui usaha komersial.

       B. Bentuk-bentuk BUMS
(1) Perusahaan Perorangan (Usaha Sendiri)
Perusahaan perseorangan adalah BUMS yang permodalanya berasal dari satu orang sehingga dimiliki dan dikelolah oleh yang bersangkutan. Tanggungjawab bersifat tidak terbatas sehingga semua keuntungan dan resiko kerugian ditanggung sendiri.
Keuntungan Perusahaan Perseorangan :
    • Semua laba hanya untuk pengusaha
    • Pengendalian seutuhnya
    • Organisasi sederhana
    • Pajak rendah

Kerugian Perusahaan Perseorangan :
    • Bertanggung jawab atas semua kerugian
    • Dana terbatas
    • Ketrampilan terbatas
    • Tanggung jawab tidak terbatas

(2) Persekutuan Firma
Persekutuan firma didirikan oleh beberapa orang dengan nama bersama, kekayaan pribadi dan badan usaha juga tidak dipisahkan.

(3) Perseroan Komanditer (CV)
Perseroan komanditer didirikan oleh beberapa orang yang terbagi dalam sekutu aktif da sekutu pasif. Sekutu aktif adalah orang yang mengelolah badan usaha. Sedangkan sekutu pasif tidak mengelolah badan usaha namun menyedikan modal.

(4) Perseroan Terbatas (PT)
Perseroan terbatas adalah badan usaha yang didirikan oleh beberapa orang, berbadan hukum, dan modalnya terdiri atas saham-saham. Pemilik saham terbesar memiliki control terbesar dalam badan usaha. Kebangkrutan PT tidak ada hubungan nya dengan kehidupan pribadi para pemilik.
Ciri-ciri PT :
    • Didirikan dengan akte notaris dan harus disahkan oleh Departemen Kehakiman dan dicatatkan dalam Berita Acara Negara.
    • Merupakan persekutuan modal dan memberikan kepercayaan kepada orang2 profesional sebagai pengelola PT (Dewan Direksi).
    • Maju mundurnya PT tergantung dari kinerja dan kecakapan Dewan Direksi sebagai pengelola PT.
    • Hak suara dalam RUPS, bagian keuntungan (deviden) sebanding dengan besar kecilnya andil kepemilikan saham dari masing2 anggota.
    • Umumnya bersifat apatis dan acuh terhadap perkembangan dan kesejahteraan masyarakat sekitarnya, sehingga saat pemerintah mengeluarkan UU tentang Corporate Social Responsibility (CSR).

3. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)
Merupakan badan usaha yang dimiliki oleh pemerintah daerah. Pada Umumnya tujuan pendirian BUMD adalah untuk memberikan pelayanan pada masyarakat daerah setempat. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan badan usaha ini memperluas jangkauan pelayanan ketingkat regional, nasional bahkan internasiona. Contohnya Bank DKI.

4. Koperasi
Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.

B. PROSEDUR PENDIRIAN USAHA
Untuk mendirikan suaut perusahaan, harus melalui prosedur sesuai hukum seperti berikut ini :
    • Mengadakan rapat umum pemegang saham
    • Dibuatkan akte notaris (nama-nama pendiri, komisaris, direksi, bidang usaha, tujuan perusahaan didirikan)
    • Didaftarkan di pengadilan negeri (dokumen : izin domisili, surat tanda daftar perusahaan (TDP), NPWP, bukti diri (identitas pribadi) pendiri)
    • Diberitahukan dalam lembaran negara (legalitas dari Kementerian Kehakiman)


SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)



A. STRUKTUR ORGANISASI
(1) Struktur Birokratis
Struktur birokratis ialah system manajemen yang didasarkan pada kerangka wewenang formal yang diiktisarkan dengan cermat dan dilaksanakan dengan tepat. Menurut dimensi strukural umum, birokrasi dapat bercirikan sebagai berikut :
    • Tingkat ketepatan spesialisasi pekerjaan yang tinggi.
    • Pembentukan departemen berdasarkan fungsi.
    • Pola delegasi yang formal dan tepat.
    • Tingkat sentralisasi yang tinggi.
    • Rentang manajemen yang sempit sebagai dampak organisasi yang luas.
    • Posisi lini dan staf ditetapkan dengan jelas, dengan hubungan formal di antara keduanya.

Contoh : lembaga pemerintahan dan perguruan tinggi.

(2) Struktur Organis
Struktur organis ialah system manajemen yang terdapat pada kerjasama dan wewenang berdasarkan pengetahuan. Struktur ini tidak seformal birokrasi sehingga lebih fleksibel. Struktur organis cenderung berdimensi structural sebagai berikut :
    • Tingkat spesialisasi kerja rendah.
    • Pembentukan departemen berdasarkan produk, lokasi atau konsumen.
    • Pola delegasi bersifat umum dan informal.
    • Tingkat desentralisasi tinggi.
    • Rentang manajemen luas.
    • Posisi lini dan staf tidak ditetapkan dengan tegas, dengan hubungan yang kurang formal.

(3) Struktur Matriks
Struktur matriks merupakan struktur organisasi terbaru dan paling kompleks. Struktur ini bercirikan system perintah berganda. Orang harus melapor kepada lebih dari seorang atasan pada waktu yang sama. Struktur matriks ialah struktur organisasi yang memadukan garis wewenang vertical dan horizontal.

Struktur Organisasi



B. SPESIFIKASI TUGAS
Walaupun tidak terdapat format standar yang baku dan berlaku untuk semua organisasi, namun secara umum deskripsi jabatan memuat hal-hal sebagai berikut :
(1)   Identifikasi jabatan
Bagian identifikasi jabatan memuat informasi-informasi tentang nama jabatan, kode jabatan, tanggal analisis, penyusun, dan dalam departemen apa.

(2) Ringkasan jabatan
Ringkasan jabatan hendaknya menggambarkan sifat umum dari jabatan, yaitu berupa fungsi dan kegiatan utamanya.

(3) Hubungan, tanggung jawab, dan kewajiban
Bagian ini memperlihatkan hubungan pemegang jabatan dengan pihak atau bagian lain, baik di dalam organisasi maupun luar organisasi. Batas-batas tanggung jawab serta kewajiban utama jabatan itu juga perlu dijelaskan.

(4) Wewenang dari pemegang jabatan
Bagian ini menentukan batas-batas wewenag pemegang jabatan,
termasuk wewenang pengambilan keputusannya dan
batas-batas penganggarannya.

(5) Standar kinerja
Bagian ini menetapkan standar-standar yang diharapkan bisa
dicapai oleh karyawan pada masing-masing tugas dan tanggung
jawab dari deskripsi jabatan.

(6) Kondisi kerja
Deskripsi jabatan juga akan merangkum kondisi kerja umum yang tercakup pada jabatan. Misalnya, masalah kebisingan, kondisi bahaya, dan suhu udara dalam ruang pekerjaan.

C. SISTEM PENGKAJIAN
(1) Program Pelatihan
Bagian personalia yang membidangi SDM berusaha menyesuaikan karyawan dengan pekerjaan. Meskipun demikian target tersebut tidak mudah untuk terpenuhi. Oleh karena itu perusahaan harus memberikan pelatihan karyawan untuk dapat mengerjakan pekerjaan mereka dengan baik.

(2) Pengembangan Karyawan
Pengembangan karyawan ditempuh dengan 4 jalur pendekatan yaitu pendidikan formal, penilaian, pengalaman kerja dan hubungan antarpribadi. Beberapa perusahaan memasukan pendekatan pengembangan tersebut.

D. PROSES REKRUITMEN
(1) Perekrutan Karyawan
Perekrutan karyawan ialah proses penarikan pelamar pekerjaan yang memenuhi kualifikasi. Tujuan penyelenggaraan perekrutan adalah untuk mendapatkan sejumlah pelamar yang sesuai dengan lowongan pekerjaan yang ditawarkan. Jumlah pelamar yang tepat harus sesuai dengan lowongan pekerjaan atau jabatan yang belum terisi. Tata cara perekrutan karyawan yaitu :
    • Perekrutan eksternal adalah upaya untuk menarik pelamar pekerjaan dari luar perusahaan. Sarana untuk perekrutan eksternal yang dapat digunakan antara lain iklan surat kabar, pengumuman di kampus perguruan tinggi dan lembaga penyalur tenaga kerja.
    • Perekrutan internal dilakukan dengan mempertimbangkan karyawan yang ada untuk mengisi lowongan atau jabatan yang tersedia.

(2) Seleksi Karyawan
Proses seleksi dilakukan untuk memilih pelamar yang memiliki
kualifikasi sesuai dengan lowongan pekerjaan yang ditawarkan.

(3) Orientasi Karyawan
Orientasi karyawan adalah proses pengenalan karyawan baru
            dengan 
perusahaan.


Sumber :
    1. http://elqorni.wordpress.com/2012/04/10/modul-3-bentuk-bentuk-badan-usaha/
    2. viyan.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/24828/3_Prosedur-pendirian-usaha.pdf
    3. http://kyfi.wordpress.com/2012/04/20/prosedur-pendirian-usaha-di-bidang-it/
    4. viyan.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/24904/4_Aspek-SDM-dan-Organisasi-1.pdf
    5. dewi_anggraini.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/18271/Aspek%2BSDM%2B%2526%2BOrganisasi.doc